This is amazing.

shitpostking:

"I always thought the 5 cm/s is a reference to the speed at which cherry blossoms fall to earth.

Today I was curious what the average speed of a human at it’s life is. Didn’t even think of the anime at this time.

Found out the average distance a human travels in a life is 120.000 km. While the average time to travel this distance is 76 years (average age - baby time - unable to move time)

Guess what

12.000.000.000 cm / (76*365,25*24*60*60)s = 5.0033 cm/s

Now his whole “at what speed must I live to be able to see her again?” stuff starts to make sense”

It`s from 4chan/a/, my brain stopped working for a second after reading this.

space-pics:

My first attempt at shooting the galaxy [2844 x 4288][OC]http://space-pics.tumblr.com/

space-pics:

My first attempt at shooting the galaxy [2844 x 4288][OC]
http://space-pics.tumblr.com/

konon, manusia berbondong-bondong membangun bangunan setinggi-tingginya karena kurangnya lahan untuk bermukim. lama kelamaan tanah menyempit, juga langit. kita hanya bisa mengintip langit dari celah-celah beton dan kaca raksasa yang saling himpit.

akhirnya, manusia tidak lagi membangun tinggi-tinggi untuk bermukim saja, tapi juga untuk melihat langit. mereka berlomba melihat langit.

aku dan dia duduk di sebuah bangku di taman kecil dekat rumah. dia terlihat murung. walaupun aku sudah bisa menebak apa yang terjadi, aku bertanya, “ada apa? apa itu terjadi lagi?”
dia mengangguk. aku duduk di sebelahnya, merangkulnya dengan hangat.

konon, ketika perlombaan tinggi-tinggian itu mulai terjadi, kambing hitamnya adalah para pembangun; arsitek. dan yang menjadi sasaran empuk anak-anak-sarkas-generasi-terkini adalah dia salah satunya, anak seorang arsitek. gara-gara orang tua kalian, kami sulit untuk melihat langit, cerca mereka.

aku menggambar sebuah padang rumput di udara. tidak sulit melakukannya sekarang ini. aku menggambar padang rumput dan langit birunya yang teramat luas. “ini tempat ibu bermain dulu.”
“wah,” dia terlihat senang, “apa sekarang masih ada?” tanyanya.
aku menggeleng, “bahkan sebelum ibu belajar menjadi seorang pembangun. padang rumput itu harus diubah menjadi bangunan lain untuk kepentingan bersama.” kataku. “sayangnya tidak dibuat sebuah taman baru untuk itu, ya.” aku menghela nafas.
dia menundukkan kepala, mencemberutkan mulutnya, “aku ingin ibu membuat lebih banyak taman.”
“lebih banyak taman untuk melihat langit.” tegasku. “biarpun langitnya hanya terlihat sebesar ini.” aku membuat huruf O dari jari tangan kiriku, mengangkatnya ke arah langit.
“janji?” matanya bersinar lagi.
“janji.”

Hehe ini yg mana lg mit? *cobamengingat
ini len, dulunya.

"Sad are only those who understand."

ada sebuah padang rumput di kampung halamanku, dulu. jaraknya sekitar 15 menit jika memakai sepeda. aku dan teman-temanku cukup sering main ke sana sebelum padang rumput itu diubah menjadi stasiun atau terminal, aku lupa. tidak jauh dari sana, ada hangar helikopter miliki perusahaan rokok salah satu yang terbesar di negeri ini. kadang, sebelum atau sesudah bersepeda mengelilingi padang rumput itu, aku menyempatkan lihat helikopter yang dirawat. beberapa orang juga berhenti dari kendaraannya untuk melihat helikopter.

saat memasuki padang rumput itu, langit terlihat sangat luas dan tidak terbatas. di sana, bau rumput kadang beradu dengan bau tembakau. tidak ada jalan aspal di dalamnya, hanya jalan setapak dan beberapa jalan dari paving yang bergeronjal yang membuat tanganku sakit saat menyetir sepeda. tapi aku sungguh menyukai tempat itu. walaupun dekat dengan pasar tapi ia sepi dan tenang. dan walaupun dekat dengan pabrik tapi ia tetap hijau dan bersahabat.

padang rumput itu punya banyak pohon cemara. dan, banyak sekali buah (atau bunga?) cemara yang berjatuhan di sekitar jalan. aku selalu memungutnya dan membawa pulang beberapa buah untuk mainan. nah, yang aneh dari padang rumput itu adalah, kau bisa menemukan cangkang kerang yang sudah mengering di tanah-tanahnya. cangkang kerang di padang rumput? lalu aku berpikir, mungkin dulunya tempat itu adalah danau, atau menjadi danau saat musim hujan. lalu kerang-kerang dari lautan yang terangkat dan jatuh menjadi hujan terperangkap di danau sementara itu, dan ikut mengering saat musim kemarau tiba. entahlah, itu keren menurutku. padang rumput, cemara, cangkang kerang, bau rumput, paving yang soak, semuanya terasa keren bagiku.

"Ada orang yang memberi hormat dengan mengangkat tangan, ada orang yang memberi hormat dengan berdiri tegap, ada orang yang memberi hormat dengan membungkuk, ada orang yang memberi hormat dengan sujud, ada orang yang memberi hormat dengan duduk bersimpuh di atas kedua kaki, ada orang yang memberi hormat dengan memberi salam. Dalam shalat, kita melakukan semuanya."
— (via kuntawiaji)
"إذا عرفت نفسك فلا يضرك ما قيل فيك
If you know yourself, then you’ll not be harmed by what is said about you."
— Imam Sufyan Al Thawri (via cavum)
iwashi5656:

京都上七軒でめっけたぼろ家。

iwashi5656:

京都上七軒でめっけたぼろ家。